Arikamedia.id, AMBON — Gereja Protestan Maluku (GPM) genap berusia 91 tahun pada 6 September 2026. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang sekaligus langkah memperkuat pelayanan menuju satu abad.
GPM yang berdiri mandiri sejak 6 September 1935 telah melewati berbagai tantangan, mulai dari masa penjajahan, perjuangan kemerdekaan, pembangunan, persoalan sosial-ekonomi hingga pandemi Covid-19.

Dalam perjalanan tersebut, GPM tumbuh bersama masyarakat Maluku dan Maluku Utara. Pelayanannya tidak hanya melalui ibadah, tetapi juga mencakup pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pendampingan masyarakat adat serta perhatian kepada kelompok yang membutuhkan.
Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. S.I. Sapulette, mengatakan HUT ke-91 harus menjadi momentum meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membuka ruang bagi pembaruan.
“Dari setiap babak sejarah itu, kita boleh bersaksi bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan gereja dan negeri ini,” ujarnya dalam perayaan HUT ke-91 GPM di Baileo Oikumene, Minggu (6/9/2026).
Memasuki perjalanan menuju satu abad, GPM memberi perhatian lebih besar pada penguatan keluarga melalui Ecclesia Domestica atau gereja rumah tangga. Keluarga dipandang sebagai tempat pertama dalam menumbuhkan iman dan membentuk karakter.
Post Views: 134
Related