AMBON – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Ambon PC IMM Kota Ambon menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan agenda kolaborasi lintas lembaga yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon.
Supaya tidak jadi korban ekonomi digital, pemuda di kota Ambon harus memahami finansial. Kegiatan ini sangat strategis di tengah maraknya kasus penipuan investasi, pinjaman online ilegal, dan gaya hidup konsumtif di kalangan anak muda.
“Kami sangat mengapresiasi langkah OJK Maluku dan Dispora Kota Ambon yang mau berkolaborasi langsung dengan pemuda. Literasi keuangan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Anak muda Ambon harus paham membedakan lembaga keuangan resmi dan ilegal, paham menabung, berinvestasi, dan mengelola uang dengan bijak,” ujar Ketua PC IMM Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, Kamis (13/8/26).
Menurut Basyir, pemuda sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam membangun ekonomi daerah. Jika literasi keuangan lemah, maka pemuda akan rentan menjadi korban dan sulit berkontribusi dalam pembangunan.
“IMM siap menjadi mitra OJK dan Dispora untuk menyebarluaskan materi literasi ini hingga ke kampus, sekolah, dan komunitas. Jangan sampai anak muda kita melek teknologi tapi buta keuangan,” tegasnya.










