BeritaNasionalParlementariaUtama

Konflik Geopolitik di Timur Tengah, Firnando Ganinduto Minta Pemerintah Percepat Diversifikasi Impor dan Ketahanan Energi

4
×

Konflik Geopolitik di Timur Tengah, Firnando Ganinduto Minta Pemerintah Percepat Diversifikasi Impor dan Ketahanan Energi

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto

Arikamedia.id – Ketegangan geopolitik antara Iran dan AS-Israel yang berdampak pada ancaman penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian serius terhadap stabilitas energi nasional. Jalur tersebut dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan LNG dunia, sehingga gangguan di kawasan ini memicu lonjakan harga minyak global dan meningkatkan tekanan terhadap negara-negara pengimpor, termasuk Indonesia.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firnando Ganinduto, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia perlu merespons situasi ini secara cepat dan strategis. Ia mengacu pada pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang menyebut sekitar 20–25% impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz, ditulis dari laman resmi Fraksi Partai Golkar DPR RI.  

“Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan terhadap gangguan distribusi dan fluktuasi harga global yang dapat berdampak langsung pada APBN,” lata Firnando dalam keterangannya, Rabu (4/3/26).

Baca Juga  Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih di Hambalang, Ini  yang Dibahas

Meski demikian, ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan.

Menurutnya, kebijakan ini penting untuk menjaga kepastian suplai energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik. Selain itu, ia juga menyoroti bahwa sekitar 30% impor LPG Indonesia masih bergantung pada kawasan Timur Tengah, sehingga perlu segera dicari alternatif pemasok dari wilayah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *