Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengalaman menggunakan teknologi selama proses pendidikan dapat membantu mahasiswa menghadapi sistem kerja dan seleksi yang berbasis digital.
Untuk mendukung proses pembelajaran, UT terus mengembangkan sarana pendidikan berbasis teknologi. Salah satunya melalui platform e-learning UT, yang memungkinkan mahasiswa mengakses materi dan mengikuti proses pembelajaran tanpa harus selalu berada di ruang kelas.
UT juga mulai memanfaatkan perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Teknologi tersebut digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, sementara mahasiswa tetap diarahkan untuk memahami materi dan mengembangkan kemampuan berpikir secara mandiri.
“Berbagai sarana pembelajaran kami sudah berbasis TIK dan memanfaatkan AI secara bijak,” ujarnya.
Saat ini, sebanyak 4.900 mahasiswa tercatat menempuh pendidikan di UT Ambon. Mereka tersebar di sejumlah program studi, di antaranya S1 Hukum, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), S1 Sistem Informasi, dan S1 Administrasi Publik.
Dengan jumlah mahasiswa tersebut, UT Ambon tidak hanya berfokus pada penyelesaian pendidikan, tetapi juga mendorong mahasiswa memiliki kemampuan digital dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah. (AM-18)















