Izin lingkungan atau AMDAL sudah rampung pada Februari 2026, dan per awal Juli 2026 progres Front End Engineering Design sudah mencapai 79,56 persen. Final Investment Decision atau FID ditargetkan akhir 2026.
Setelah groundbreaking, konstruksi langsung berjalan. Prioritas pertama adalah pengeboran 11 sumur pengembangan ditambah 4 sumur lanjutan, sekaligus pembangunan pelabuhan, dermaga, dan fasilitas engineering, procurement, and construction secara paralel.
Pada puncak konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja, dan sekitar 850 pekerja saat memasuki fase operasi.
Pemerintah memproyeksikan total kontribusi Masela terhadap perekonomian Indonesia mencapai sekitar USD 137,7 miliar sepanjang usia proyek.
Lebih dari angka itu, kehadirannya di Maluku timur diharapkan membawa perubahan yang sudah terlalu lama ditunggu: lapangan kerja, industri pendukung, peluang bagi usaha kecil lokal, dan jaminan bahwa kekayaan alam Maluku tidak lagi sekadar angka di atas kertas.
Prabowo menutup sambutannya dengan kalimat yang lebih dari sekadar formalitas: “Proyek ini akan jadi pendorong bagi kemajuan Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Ini memperkuat kemandirian energi nasional dan tonggak yang penting bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.”










