BeritaNasionalPemerintahanUtama

28 Tahun Terkatung-katung, Melewati 6 Presiden, Prabowo Akhirnya Pencet Tombol Start Proyek Gas Raksasa Masela 

5
×

28 Tahun Terkatung-katung, Melewati 6 Presiden, Prabowo Akhirnya Pencet Tombol Start Proyek Gas Raksasa Masela 

Sebarkan artikel ini

Pilihan akhirnya jatuh ke darat, di Pulau Yamdena, Kepulauan Tanimbar. Dan baru hari ini, di era Prabowo, sekop pertama benar-benar diangkat.

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang hadir langsung di Tanimbar, tidak menyembunyikan emosinya. “Sudah 28 tahun, sudah 6 presiden, cuma Presiden Prabowo Subianto lah yang bisa eksekusi hari ini,” katanya dalam laporan langsung kepada Presiden.

Skala proyeknya memang tidak main-main. Dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina Hulu Energi Masela dan PETRONAS Masela, proyek ini memiliki nilai investasi sekitar USD 20,9 miliar atau setara sekitar Rp 342 hingga 390 triliun tergantung kurs yang digunakan. 

Kapasitas produksi yang dirancang mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun, ditambah gas pipa domestik 150 juta standar kaki kubik per hari, dan kondensat sekitar 35.000 barel per hari. Cadangan gas yang tersimpan di bawah Laut Arafura diperkirakan mencapai 6,97 triliun kaki kubik.

Baca Juga  Pemkot Ambon Gelar Gerakan Pangan Murah di Lima Kecamatan, Bantu Warga Dapatkan Sembako Terjangkau

Yang membedakan Masela dari proyek LNG lain adalah teknologi Carbon Capture and Storage atau CCS yang diintegrasikan sejak awal pembangunan — menjadikannya salah satu proyek LNG pertama di dunia yang menjalankan CCS secara bersamaan dengan produksi dalam skema cost recovery. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *