“PKK adalah mitra pemerintah. Oleh karena itu, setiap kegiatan PKK harus didukung melalui sinergi dengan OPD terkait, dari kota sampai ke desa, negeri, dan kelurahan,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membangun budaya kompetisi yang sehat di lingkungan TP-PKK. Menurutnya, kesiapan setiap desa, negeri, dan kelurahan harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan mengikuti perlombaan.
“Kalau belum siap, jangan dipaksakan. Kalau sudah siap, kita bantu agar persiapannya lebih maksimal. Kita ingin kompetisi yang sehat, bukan asal ikut,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bodewin juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang menjadi perhatian serius di Kota Ambon, di antaranya penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, serta konsumsi minuman keras. Ia menilai, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah dan menekan berbagai persoalan tersebut.
“Semua persoalan itu bermula dari keluarga. Bagaimana kita bisa mencegah, kalau orang tua tidak lagi mengawasi anak-anaknya. Di sinilah peran PKK sangat penting untuk memperkuat pembinaan keluarga,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui keluarga yang kuat dan tangguh, akan terbentuk lingkungan masyarakat yang lebih sejahtera, mulai dari tingkat kecamatan hingga kota, bahkan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia yang sejahtera.










