Ia menegaskan, upaya menarik investasi harus berjalan seiring dengan pemeliharaan keamanan, perdamaian, dan kerukunan antarumat beragama. Sebab, stabilitas daerah menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor dalam menentukan wilayah investasinya.
“Tidak ada investor yang memiliki modal besar mau menanamkan sahamnya di daerah yang sering mengalami konflik. Karena itu, mari kita terus menjaga solidaritas dan harmoni di antara umat beragama. Maluku harus menjadi daerah yang aman, damai, dan memberikan kepastian bagi siapa pun yang ingin berinvestasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wagub menjelaskan bahwa pemerintah daerah perlu membuka berbagai alternatif untuk mengatasi persoalan pengangguran, termasuk mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Salah satu peluang yang perlu dimanfaatkan adalah penempatan tenaga kerja terdidik dan berkualitas ke negara-negara yang membutuhkan tenaga kerja melalui program dan fasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan.
Pada kesempatan tersebut, Wagub juga menyampaikan harapan kepada Menteri Ketenagakerjaan agar Maluku memperoleh perhatian khusus melalui penyediaan kuota dan peluang penempatan tenaga kerja bagi masyarakat, terutama generasi muda yang membutuhkan akses pekerjaan.










