Arikamedia.id, AMBON-Pemerintah Kota Ambon melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyoroti data kemiskinan yang tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Kepala Bappeda Kota Ambon,Enrico Mattitaputty mengaku kaget dengan data yang dirilis, mengingat Kota Ambon sebelumnya berhasil meraih penghargaan dalam penanggulangan kemiskinan.
Kata dia berdasarkan data yang dipaparkan, angka kemiskinan ekstrem di Kota Ambon tercatat sebesar 2,4 persen. Angka tersebut memang menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan data sebelumnya yang berada di angka 2,9 persen.
Namun, jika dilihat dari jumlah jiwa, angka tersebut dinilai masih tinggi.
“Saya cukup kaget karena kita sempat dapat penghargaan itu.makanya saya tanya, apakah ada perubahan kriteria?” ujarnya, di DPRD Kota Ambon, Jumat, (30/10/26).
Matitaputty juga turut mempertanyakan indikator dan kriteria yang digunakan dalam menetapkan status miskin ekstrem.
Menurutnya, kondisi riil masyarakat Kota Ambon saat ini tidak lagi mencerminkan kemiskinan ekstrem.
Ia menduga ada perubahan kriteria dari pemerintah pusat yang belum sepenuhnya dipahami.
Karena itu, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan kejelasan terkait hal tersebut.










