Senada, Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku, Faris Al-Fadhat, menekankan bahwa perdamaian harus menjadi fondasi untuk bergerak menuju kemajuan. Generasi muda perlu dibekali pendidikan, keterampilan, serta penguasaan teknologi dan ekonomi kreatif agar mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“Kita harus memberikan kesempatan kepada seluruh generasi muda, mempersiapkan mereka untuk siap di bidang teknologi, siap di bidang ekonomi kreatif, dan siap di bidang pendidikan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, kedua kampus meluncurkan Maluku Youth Future Initiative, platform kolaborasi yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan generasi muda secara berkelanjutan.
Dalam 12 bulan pertama, program ini menargetkan 1.000 anak muda memperoleh keterampilan digital, membina 100 Youth Future Mentors, serta mendampingi sedikitnya 10 gagasan usaha dan inovasi agar berkembang menjadi peluang produktif.
Kolaborasi UKIM dan Universitas Muhammadiyah Maluku ini menegaskan bahwa keberagaman bukan sekadar modal menjaga kerukunan, melainkan kekuatan untuk melahirkan inovasi dan kemajuan. Dari Ambon, generasi muda Maluku didorong tidak hanya menjadi pewaris perdamaian, tetapi juga pelaku perubahan bagi masa depan daerah. (AM-18)










