Arikamedia.id, AMBON – Kolaborasi lintas iman menjadi langkah strategis membangun masa depan Maluku. Semangat tersebut diwujudkan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Universitas Muhammadiyah Maluku melalui penyelenggaraan Ambon Youth Harmony & Summit 2026 di Gedung Aula LLDIKTI Center, Karang Panjang, Ambon, Kamis (5/11/26).
Mengusung tema “From Harmony to the Future: Youth, Technology, and Opportunity in Eastern Indonesia”, forum ini mempertemukan generasi muda lintas agama, budaya, dan kampus untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mendorong inovasi dan pengembangan potensi anak muda Maluku.
Rektor UKIM, Steve G.C. Gaspersz, menegaskan bahwa toleransi tidak boleh berhenti pada sikap saling menghormati dan hidup berdampingan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin bergerak dari living together menuju building together, dari hidup berdampingan menuju membangun bersama,” tegasnya.
Menurut Gaspersz, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam merawat perdamaian sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda. Nilai pela gandong, katanya, harus terus dihidupkan, tidak hanya dalam kehidupan sosial, tetapi juga di lingkungan pendidikan, dunia kerja, hingga ruang digital.










