Selain transportasi, Syarief juga menyoroti persoalan penginapan yang hingga kini masih menjadi masalah klasik penyelenggaraan haji Indonesia. Ia menyebut masih ditemukan kamar hotel yang diisi hingga enam orang.
“Masalah sekarang ini kan masih ada yang klasik ya, penginapan. Ada yang satu kamar masih enam orang. Nah, ini tentu harus kita lihat, kenapa sampai kondisi itu terjadi,” katanya.
Apalagi, ungkapnya, kepadatan kamar tidak hanya berdampak pada kenyamanan jemaah, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik mereka selama menjalankan ibadah di tengah suhu panas yang mencapai 40 derajat Celsius.
Sebab itu, ia meminta pemerintah dan penyelenggara haji meningkatkan koordinasi layanan agar persoalan transportasi dan akomodasi bisa diantisipasi lebih cepat.
Mengakhiri pernyataannya, ia juga mengimbau jemaah untuk disiplin mengikuti arahan petugas serta menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Pun, ia mengajak masyarakat Indonesia turut mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur
“Kepada jemaah haji yang melaksanakan ibadah haji sekarang, saya berharap ikuti segala petunjuk yang dikeluarkan oleh penyelenggara haji. Kemudian juga jaga kesehatan, karena memang sekarang ini cuacanya cukup panas, cukup tinggi ya, 40 derajat dan perbanyak minum,” tandas Syarief. **










