Karena itu, ia meminta seluruh kader tetap menjaga kekompakan dan tidak membiarkan pihak-pihak tertentu merusak soliditas partai.
“Saya tidak akan mundur sejengkal pun untuk menghadapi orang-orang yang merusak partai. Jangan uji nyali kita,” tegasnya.
Loyalitas dan Kesetiaan sebagai Karakter Orang Timur
Selain menanggapi tuduhan tersebut, ia menyampaikan pesan mengenai pentingnya loyalitas, kesetiaan, dan penghormatan terhadap kepemimpinan dalam organisasi.
Menurutnya, nilai-nilai kesetiaan merupakan bagian dari karakter masyarakat Indonesia Timur yang diwariskan oleh para leluhur.
Ia menegaskan bahwa loyalitas bukanlah sebuah kelemahan, melainkan prinsip dalam membangun organisasi yang kuat dan solid.
“Salah satu ciri karakter kita orang Timur dalam bekerja adalah kepercayaan dan loyalitas. Kesetiaan. Kita punya nenek moyang orang-orang yang setia. Kalau kita menjadi bawahan, kita harus taat kepada atasan, loyalitas kepada atasan, dan bekerja dengan totalitas,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya berasal dari negeri para raja-raja dan tidak pernah diajarkan untuk menjadi pribadi yang tidak setia ataupun berkhianat.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan kepada seluruh kader Golkar agar menjaga persatuan, kepercayaan, dan komitmen dalam membesarkan partai.










