Melalui kolaborasi tersebut, PIM berharap dapat mendorong program-program edukasi, pelatihan, penguatan kapasitas perempuan, serta sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sinergi antara organisasi perempuan dan perguruan tinggi juga diharapkan mampu melahirkan program nyata yang melibatkan dosen, mahasiswa, serta masyarakat.
Sementara Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Dr. Elka Anakotta berharap, kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus diperluas, termasuk melalui keterlibatan PIM dan organisasi lainnya dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Ia mengakui, sejumlah program kemungkinan belum dapat direalisasikan pada akhir tahun ini karena keterbatasan anggaran. Namun, pihaknya membuka peluang untuk memperkuat kerja sama pada tahun mendatang.
Menurutnya, perguruan tinggi harus terbuka terhadap berbagai inisiatif dan program kolaborasi yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.
“Kami sangat terbuka. Kalau ada program-program dari PIM dan IAKN dilibatkan, tentu sangat baik. Kami siap berkolaborasi bersama seluruh komponen masyarakat,” ungkap Elka.
Ia berharap, sinergi antara perguruan tinggi, lembaga masyarakat, organisasi perempuan, dan berbagai pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif. (AM-29).










