Ia mengatakan, Polri saat ini terus mendorong pendekatan humanis dengan hadir lebih dekat di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Bagi Polda Maluku, kata Kapolda, semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha menjadi refleksi penting bahwa institusi negara harus mampu menghadirkan rasa empati dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir bersama rakyat, berbagi dengan masyarakat, dan ikut membantu meringankan beban sesama,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutannya menyampaikan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk nyata ketakwaan sekaligus sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat berbagi dan kepedulian yang hadir dalam Idul Adha harus terus dirawat sebagai energi sosial dalam menjaga persatuan dan harmoni di Maluku.
Momentum tersebut juga memperlihatkan kuatnya toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Maluku.
Kehadiran tokoh lintas iman dalam kegiatan keagamaan itu menjadi gambaran nyata bahwa nilai kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Maluku dalam menjaga kedamaian daerah.










