Selain perdagangan besar dan eceran, sektor jasa keuangan, asuransi, industri pengolahan, jasa, serta pariwisata juga menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi Kota Ambon.
Namun yang paling menarik, Wali Kota menyoroti perubahan wajah ekonomi dalam satu dekade terakhir yang kini mulai didominasi sektor digital dan profesi kreatif baru.
Menurutnya, kehadiran influencer, youtuber, hingga konten kreator telah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi modern yang memiliki kontribusi nyata terhadap pendapatan masyarakat dan perputaran ekonomi daerah.
“Sekarang profesi digital berkembang sangat pesat dan menghasilkan nilai ekonomi besar. Karena itu, mereka juga harus masuk dalam pendataan sensus ekonomi,” ujarnya.
Tak hanya mendata pelaku usaha, Sensus Ekonomi 2026 juga akan mencatat kondisi sosial keluarga, termasuk data perumahan dan kepemilikan aset masyarakat.
Data tersebut nantinya digunakan pemerintah sebagai dasar menyusun program kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan secara lebih tepat.
Ia turut menyinggung persoalan bantuan sosial yang selama ini masih sering tidak tepat sasaran akibat lemahnya validitas data di lapangan.
“Masih ada masyarakat yang layak menerima bantuan justru terlewat, sementara yang tidak layak malah menerima. Ini karena data yang tidak akurat. Maka sensus menjadi sangat penting,” katanya.










