Arikamedia.id, AMBON – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Allan Lohy, mendorong penguatan koordinasi lintas daerah antara Maluku dan Papua dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul dampak kabut asap yang turut dirasakan masyarakat Maluku.
Dorongan tersebut disampaikan Allan dalam rapat kerja gabungan Komisi II dan Komisi III DPRD Provinsi Maluku bersama 13 mitra kerja, yang membahas langkah mitigasi dan penanganan karhutla di Maluku. Rapat berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Maluku, Rabu (14/10/26).
Dalam rapat itu, Allan menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial dengan hanya berfokus pada titik kebakaran di wilayah Maluku. Pemerintah, menurutnya, perlu memperhitungkan potensi dampak asap yang berasal dari daerah lain, termasuk Papua, yang dapat memengaruhi kualitas udara dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Ia menilai, kondisi tersebut membutuhkan koordinasi yang lebih intensif antarpemerintah daerah, terutama dengan wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar.
“Langkah-langkah terpadu harus dikoordinasikan. Pemerintah di wilayah Papua Selatan, termasuk Merauke dan daerah sekitarnya, perlu bergerak bersama untuk menangani persoalan ini,” ujar Allan dalam rapat tersebut.










