“Bukan soal jabatan apa yang kita dapat, tetapi bagaimana kita menjadi orang yang bermanfaat dengan apa yang kita dapatkan,” kata Wattimena.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak merasa rendah diri karena berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas atau memiliki fasilitas yang tidak memadai.
Wattimena meminta siswa menghormati orang tua, menghargai guru, rajin belajar dan menjaga pergaulan. Ia juga mengingatkan mereka untuk menjauhi narkoba, minuman keras, perundungan serta perilaku lain yang dapat berdampak terhadap masa depan.
Terkait perkembangan teknologi, Wattimena mengimbau siswa menggunakan media sosial secara bijak. Platform seperti TikTok dan YouTube, menurutnya, dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi, pembelajaran dan pengembangan kemampuan.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, sosial dan spiritual dalam proses pendidikan.
Wattimena menyebut siswa yang saat ini berada di bangku SMP akan menjadi bagian dari generasi yang berperan dalam pembangunan pada 2045. Karena itu, pendidikan dan pembentukan karakter perlu mendapat perhatian sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, Wattimena menjadikan pengalaman pribadinya sebagai contoh bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menghalangi seseorang untuk memperoleh pendidikan.










