Menanggapi hal tersebut, pihak Direktorat Jenderal SDA Kementerian PU menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air di Maluku secara bertahap.
Perwakilan Ditjen SDA menyampaikan bahwa Bendungan Way Apu di Pulau Buru memang ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2027.
“Salah satu proyek yang menjadi perhatian kami adalah Bendungan Way Apu di Pulau Buru, yang memang ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2027,” ucapnya
Ditjen SDA juga menilai Maluku membutuhkan pendekatan penanganan yang berbeda karena karakteristik wilayah kepulauan yang kompleks.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Dr. Dedy Natrihfazhal Dedisky Nazaroeddin, S.E., M.Si.; Direktur Kepatuhan Irigasi, Dr. Ir. Muhammad Rizal, M.Sc.; Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air, Ir. Birendrajana, M.T.; Direktur Sistem dan Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Air, Fikri Abdurrochman, S.T., M.Sc.; Plt. Direktur Sungai dan Pantai, Mochammad Dian Alma’ruf, S.T., M.T.; Plt. Direktur Bendungan dan Danau, Slamet Lestari, S.T., M.T.; Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, A. Adi Umar Dani, S.T., M.T.; Plt. Direktur Irigasi dan Rawa, Dedi Yudha Lesmana, S.T., M.T.; Plt. Direktur Air Tanah dan Air Baku, Dr. Mohammad Firman, S.T., M.T.; Kepala Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional, Dr. Yunitta Chandra Sari, S.E., S.T., M.T.; serta Kepala Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo, Darweni D, S.T., M.Si. ***










