Menurutnya, pembinaan atlet tidak boleh hanya menyasar kelompok usia remaja dan dewasa. Persiapan harus dimulai sejak anak-anak agar Maluku memiliki atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Selain pembinaan atletik, Pemerintah Provinsi Maluku juga merencanakan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) pada 2027.
Penyelenggaraannya akan mempertimbangkan prinsip efisiensi anggaran, sekaligus menjadi ajang evaluasi dan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Lewerissa optimistis cabang olahraga atletik dapat menyumbangkan medali bagi Maluku pada PON mendatang. Namun, target tersebut harus ditopang pembinaan yang konsisten, kompetisi yang teratur, serta persiapan atlet yang matang.
“Saya menaruh harapan besar kepada pengurus PASI. Mari kita bekerja dengan penuh dedikasi dan pengorbanan. Kalau kita sungguh-sungguh ingin mengharumkan nama Maluku, maka kita semua harus memberikan sumbangsih bagi kemajuan olahraga daerah,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan PASI Maluku yang baru mampu memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat membawa nama Maluku di berbagai kejuaraan.










