Menurutnya, makna Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga menjadi momentum membangun kepedulian sosial, memperkuat persaudaraan, dan menjaga persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat yang semakin dinamis.
“Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail harus menjadi inspirasi bagi setiap insan, termasuk anggota Polri, agar selalu mengedepankan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya dalam khutbah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat silaturahmi di tengah perkembangan arus informasi yang rentan dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks serta memicu perpecahan antar sesama anak bangsa.
“Makna kurban sejatinya juga menjadi simbol untuk menyembelih sifat sombong, angkuh, dan egoisme, sehingga lahir pribadi yang lebih rendah hati, peduli, serta mampu menjaga persaudaraan dan toleransi,” ujarnya.
Sementara itu, pelaksanaan Sholat Idul Adha di lingkungan Polda Maluku juga menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai religius dan humanisme Polri Presisi dalam mendukung terciptanya stabilitas keamanan, kerukunan sosial, serta pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Melalui momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Polda Maluku berharap semangat pengorbanan, solidaritas, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dalam pelaksanaan tugas pengabdian Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (***)










