“Setelah pupuk, kemudian kita akan menyerahkan sebagian kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta yang sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah,” lanjutnya.
Dikutip dari web Kementerian ESDM, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama SKK Migas memastikan alokasi gas domestik telah masuk dalam rencana pengembangan lapangan atau Plan of Development (PoD) untuk memenuhi peningkatan kebutuhan gas bumi, terutama sektor industri, pupuk, dan pembangkit listrik.
Lapangan Gas Abadi Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang berlokasi sekitar 180 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, dengan kedalaman laut 400-800 meter.
Kontrak Kerja Sama (PSC) Wilayah Kerja Masela berlaku sejak 1998 hingga 2055. Lapangan ini direncanakan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun atau million tonnes per annum (MTPA), 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD), serta 35.000 barel kondensat per hari.
Pengembangan Blok Masela mencakup sistem pengeboran dan produksi bawah laut, fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO), pipa gas ekspor sepanjang sekitar 175 kilometer, serta kilang LNG di darat.










