Wattimena menekankan, keberhasilan pendidikan vokasi harus diukur dari dampaknya, terutama kualitas lulusan.
“Bersinergi supaya kita kuat membangun kekuatan bersama, berinovasi supaya kita tidak tertinggal dengan yang lain, lalu mesti berdampak. Kalau tidak berdampak, percuma,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan tiga tanggung jawab utama perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiganya harus diarahkan untuk menghasilkan SDM berkualitas, riset yang bermanfaat serta solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Wattimena berharap sinergi Pemerintah Kota Ambon dan Polnam terus diperkuat melalui pendidikan, penelitian, pengembangan kompetensi dan berbagai program yang mendukung pembangunan daerah.
Dengan memasuki usia ke-39, Polnam diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi mampu menghadirkan inovasi dan dampak nyata bagi Maluku. (AM-18).










