“Karena kondisi cuaca, terutama kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan, BMKG telah mengeluarkan rilis terakhir per hari ini yang menggambarkan bahwa kondisi udara tidak sehat bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah,” ujar Kaya.
Ia menegaskan, masyarakat perlu membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik. Apabila aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, masyarakat diimbau menggunakan masker dengan standar perlindungan yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap.
“Karena itu, diharapkan masyarakat mengurangi sebanyak mungkin aktivitas di luar rumah. Kalaupun terpaksa keluar, maka diharapkan menggunakan masker yang standar sehingga bisa mencegah terjadinya peningkatan ISPA,” jelasnya.
Kewaspadaan terhadap dampak kabut asap semakin penting menyusul adanya laporan peningkatan jumlah pasien ISPA di sejumlah kabupaten/kota di Maluku.
Kaya menyampaikan, informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menunjukkan bahwa perkembangan tersebut perlu menjadi perhatian serius, baik pemerintah maupun masyarakat, agar risiko gangguan kesehatan dapat ditekan.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, sebanyak 1.500 masker jenis Protective Mask KN95disediakan melalui Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku untuk dibagikan kepada masyarakat.










