Survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan mengungkapkan bahwa 75 persen responden mengalami stres akibat kebijakan pemerintah Prabowo-Gibran, sementara 67 persen mengaku stres dengan perilaku Presiden Prabowo Subianto.
Survei yang melibatkan 1.122 responden masyarakat umum itu dipaparkan dalam peluncuran Rapor Kinerja Dua Tahun Prabowo-Gibran, Minggu (11/10/26).
Tekanan utama masyarakat berasal dari persoalan ekonomi, terutama kenaikan harga kebutuhan pokok dan sulitnya memperoleh pekerjaan.
Sebanyak 78 persen responden menilai harga kebutuhan pokok sebagai masalah mendesak, sedangkan 53 persen mengaku kondisi ekonomi rumah tangganya memburuk dibandingkan tahun sebelumnya.
Di kalangan ahli, 71 persen dari 129 responden menilai kapasitas kepemimpinan Presiden tidak memadai. Bahkan, 93 persen menyatakan khawatir terhadap gaya kepemimpinan dan komunikasi publik Prabowo.
Temuan ini menjadi catatan bagi pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan, khususnya terkait daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan penegakan hukum. (*)










