Terkait pembangunan Maluku, ia mendorong Golkar ikut mengawal program pemerintah serta memperjuangkan masuknya investasi dan pengembangan industri agar potensi daerah mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arahan tersebut menjadi tantangan bagi Umar A. Lessy dan jajaran pengurus baru. Golkar Maluku dituntut tidak sekadar kuat secara organisasi, tetapi juga mampu membuktikan keberpihakan melalui kerja nyata bagi rakyat.
Sebab, kekuatan partai bukan hanya diukur dari besarnya struktur, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. (AM-18)










