Meski demikian, ia menilai perjalanan antarpulau untuk memperoleh layanan rujukan menunjukkan masih adanya tantangan dalam sistem kesehatan di wilayah kepulauan.
Karena itu, Anos mendorong Pemerintah Provinsi Maluku dan pemerintah kabupaten terkait mengevaluasi kesiapan fasilitas kesehatan di Pulau Babar dan wilayah kepulauan lainnya, termasuk ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, peralatan, serta kemampuan menangani kondisi darurat sebelum pasien dirujuk.
Ia juga menekankan pentingnya sistem rujukan yang didukung transportasi laut, komunikasi antarfasilitas kesehatan, serta pendampingan pasien dan keluarga selama proses rujukan.
“Orang sakit membutuhkan pertolongan yang cepat. Pemerintah harus memastikan pelayanan, transportasi rujukan, hingga pendampingan keluarga dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, jenazah saat ini disemayamkan di rumah keluarga Kuway–Anaktototy di Olilit, Saumlaki. Masyarakat juga menggalang bantuan melalui gerakan “Sorong Bahu” untuk membantu keluarga yang sedang berduka.
Anos mengapresiasi kepedulian keluarga, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan hingga pemulangan jenazah.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pelayanan dan rujukan kesehatan di Maluku.










