BeritaEkonomiNasionalUtama

Anomali Harga Telur dan Beras, Mentan Amran Geram, Semprot Mendagri Tito: Percuma, Mafianya di Dalam

48
×

Anomali Harga Telur dan Beras, Mentan Amran Geram, Semprot Mendagri Tito: Percuma, Mafianya di Dalam

Sebarkan artikel ini
Mentan Amran Sulaiman (Humas Kementan)

Fortifikasi merupakan proses penambahan zat gizi tertentu ke dalam bahan pangan. Amran mengatakan produk semacam itu semestinya memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan asupan gizi tambahan. Ia mempertanyakan apabila beras yang diklaim telah diperkaya vitamin justru dijual dengan harga mahal, sementara kandungannya diduga tidak sesuai dengan klaim produk.

“Apa itu fortifikasi? Dikasih vitamin B12, vitamin B dikasih ternyata tidak ada vitaminnya. Kami periksa di lab,” ujar Amran. Dalam paparannya, Amran juga menyinggung harga beras fortifikasi yang disebut mencapai Rp50.000 hingga Rp57.000. Angka tersebut disampaikan dalam konteks kritiknya terhadap harga dan dugaan ketidaksesuaian produk, tetapi rincian jenis, ukuran kemasan, serta merek produk tidak dapat dipastikan sepenuhnya dari transkrip.

Baca Juga  Wattimena Resmikan Anggota BPD Tiga Negeri hingga 2034, Soroti Anggaran dan Kemandirian Ekonomi

Amran menilai persoalan tersebut perlu ditelusuri karena beras dengan tambahan zat gizi seharusnya dapat memberikan manfaat bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk ibu hamil, balita, dan keluarga berpenghasilan rendah. Ia menyebut dugaan ketidaksesuaian kandungan produk bukan semata-mata persoalan harga, melainkan juga menyangkut perlindungan konsumen.

“Dan ini penipuan bukan mark up harga. Penipuan,” kata Amran. Pernyataan tersebut merupakan penilaian Amran dalam rapat. Penentuan ada atau tidaknya pelanggaran tetap memerlukan pemeriksaan dan pembuktian oleh instansi berwenang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *