Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya membuahkan hasil. Di lapangan, sejumlah anak kembali ditemukan berada di jalan meskipun sebelumnya telah diserahkan kepada keluarga.
“Sudah bawa ke orang tuanya, sudah bikin pernyataan. Mereka menyanggupi untuk tidak lagi membiarkan anak-anak kembali ke jalan. Tapi apa yang terjadi? Balik dan balik lagi,” ujarnya.
Wattimena menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan keluarga dalam proses pembinaan anak. Pemerintah, kata dia, memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan karena anak lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan keluarga.
Karena itu, ia meminta orang tua tidak melepas tanggung jawab setelah anak dikembalikan ke rumah. Pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui perhatian, komunikasi, dan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, keluarga juga perlu menciptakan lingkungan rumah yang nyaman agar anak merasa diperhatikan dan memiliki ruang untuk berkomunikasi dengan orang tua. Pendekatan tersebut dinilai penting agar anak tidak mencari aktivitas di luar rumah yang berpotensi membuat mereka kembali ke jalan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Ambon memastikan tetap akan melakukan langkah sesuai kewenangan ketika menemukan anak-anak yang beraktivitas di jalan. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan dari keluarga agar pembinaan yang dilakukan tidak kembali berulang pada persoalan yang sama.










