Ia menyebutkan, sekitar 30 ribu warga asal Jawa Timur menetap di Maluku dan tersebar di 11 kabupaten/kota.
Ketua paguyuban Warga Jawa timur di Maluku Sugiyanto mengapresiasi pertemuan kedua kepala daerah karena dinilai membuka peluang lebih besar bagi pengembangan kerja sama, terutama dalam perdagangan, promosi produk unggulan, serta perluasan jaringan pasar bagi pelaku usaha.
Baginya hubungan antardaerah perlu diarahkan pada kolaborasi yang memberikan keuntungan bagi kedua pihak.
Potensi yang dimiliki masing-masing wilayah harus dapat dipertemukan agar menghasilkan peluang ekonomi yang lebih luas.
Ia berharap penjajakan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dan program konkret, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat, pelaku UMKM, komunitas budaya, dan warga perantauan.*










