Sementara Ponorogo memiliki kesenian Reog yang menjadi warisan budaya sekaligus kebanggaan masyarakatnya.
Kedua potensi tersebut memiliki ruang untuk dikembangkan melalui pertukaran pelaku seni, promosi kebudayaan, penyelenggaraan festival, hingga penguatan keterlibatan pelaku usaha kreatif.
Sinergi dalam memajukan sektor budaya juga terlihat dari Amboina International Music Festival (AIMF) dan Festival Nasional Reog Ponorogo yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Selain itu, Ambon dan Ponorogo tercatat dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN)
Pertemuan tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan AIMF 2026 pada 30-31 Oktober. Kehadiran rombongan Pemkab Ponorogo turut memperkaya pertukaran budaya melalui penampilan Reog Ponorogo dalam rangkaian festival tersebut.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menilai kesamaan potensi kedua daerah merupakan modal penting untuk membangun kemitraan.
Menurutnya, pengalaman masing-masing daerah dalam mengembangkan sektor unggulan dapat menjadi ruang untuk saling belajar, terutama dalam menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan pembangunan dan penggerak ekonomi.
Orang nomor satu di Kota Ambon itu juga membuka peluang kerja sama dalam bidang lain, meliputi pendidikan, kesehatan, pariwisata, lingkungan hidup, pengelolaan persampahan, pelayanan air bersih hingga ketenagakerjaan.










