Umar juga menyoroti berbagai persoalan pembangunan Maluku, mulai dari ketimpangan pembangunan antarwilayah kepulauan, mahalnya biaya transportasi dan distribusi logistik, hingga kondisi ekonomi petani dan nelayan serta belum optimalnya pengelolaan potensi kelautan dan energi.
Karena itu, ia menginginkan Golkar hadir melalui perjuangan nyata, terutama dalam mendorong pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi maritim, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.
Untuk mencapai target tersebut, konsolidasi organisasi menjadi agenda prioritas. Penguatan struktur partai akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa.
Umar juga membuka ruang bagi generasi muda, kader potensial, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk terlibat dalam membesarkan Golkar, tanpa mengabaikan disiplin serta soliditas organisasi.
Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, ia meminta agar amanah organisasi diwujudkan melalui kerja nyata, menjaga persatuan, dan menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kebangkitan tidak cukup diucapkan, tetapi harus diperjuangkan. Tidak cukup dijanjikan, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata,” tandasnya. (AM-18)










