PANCASILA SAKTI, TAPI AMARSEKARU TERUS TERKIKIS: 2019-2026 PEMDA SBT TUTUP MATA
Hari ini 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Kita mengenang 7 Pahlawan Revolusi yang gugur mempertahankan Pancasila.
Tapi sebagai Kader IMM Cabang Ambon, saya, Umar Lewen, ingin bertanya: Sakti untuk siapa?
Di *Desa Amarsekaru, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT)*, abrasi pantai sudah terjadi sejak *2019 hingga 2026 hari ini*. Hampir 7 tahun.
Rumah warga terancam, bibir pantai makin masuk ke pemukiman, pohon kelapa tumbang, kuburan tua terkikis air laut. Warga sudah melapor berkali-kali.
Namun sampai 1 Oktober 2026 ini, *Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur masih tutup mata.* Tidak ada talud, tidak ada bronjong, tidak ada penanganan serius.
Di mana Sila ke-5 Pancasila? Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Kalau Pancasila benar-benar sakti, seharusnya negara hadir di Amarsekaru. Bukan hanya hadir saat upacara 1 Oktober di Bula dengan baju rapi.
Peringatan Kesaktian Pancasila tidak ada artinya jika rakyat di pesisir dibiarkan melawan abrasi sendirian.
Saya sebagai kader IMM Cabang Ambon mendesak:
1. Pemda SBT segera turun langsung ke Desa Amarsekaru dan menetapkan status darurat abrasi.
2. Bangun talud penahan gelombang permanen, bukan janji.















