Jangan Hanya Mengukur Modal yang Masuk
Arikamedia.id, AMBON – Gerakan Aktivis Muda Maluku Kota Ambon, Samil Rahareng menegaskan bahwa ukuran keberhasilan penyertaan modal seharusnya tidak berhenti pada besarnya dana yang disalurkan kepada perusahaan.
Yang perlu dievaluasi adalah apa yang dihasilkan dari modal tersebut.
Rantai evaluasinya harus dapat dilihat secara jelas:
APBD → penyertaan modal → investasi → aset/jaringan → peningkatan kapasitas → pelanggan → pendapatan → peningkatan pelayanan.
Jika rantai tersebut dapat dijelaskan dengan data, maka publik dapat memahami manfaat dari kebijakan penyertaan modal.
Sebaliknya, apabila masih terdapat data atau informasi yang belum terbuka, maka hal tersebut menjadi ruang yang wajar untuk dimintakan penjelasan melalui proses evaluasi.
DPRD Diminta Menguji Kebutuhan Modal Berdasarkan Data
Gerakan Aktivis Muda Maluku Kota Ambon meminta DPRD Kota Ambon dalam pembahasan penyertaan modal tidak hanya melihat aspek legalitas, tetapi juga menguji rasionalitas dan kebutuhan investasi berdasarkan data.
Dokumen yang relevan untuk dievaluasi antara lain:
1. Laporan realisasi penyertaan modal sebelumnya;
2. Laporan keuangan Perumda yang telah diaudit;
3. RKAP Perumda Tirta Yapono;
4. Kajian kebutuhan investasi;















