BeritaNasionalSOSIALUtama

Data Desil Melenceng, Purbaya Guyur Rp7 Triliun untuk Benahi DTSEN 

20
×

Data Desil Melenceng, Purbaya Guyur Rp7 Triliun untuk Benahi DTSEN 

Sebarkan artikel ini

PERTANYAAN soal masuk desil berapa kini menjadi perhatian setelah muncul temuan pengelompokan ekonomi yang dinilai tidak sesuai kondisi di lapangan. 

Pekerja sektor informal seperti pedagang pentol hingga pegawai UMKM disebut justru masuk desil 9 dan 10, kelompok yang dikategorikan sebagai 20% penduduk paling sejahtera. 

Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menteri Keuangan Purbaya memastikan pemerintah tengah mempercepat perbaikan DTSEN untuk mengatasi anomali pendataan tersebut. 

Ia mengatakan pemerintah telah memenuhi permintaan tambahan anggaran dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diajukan sejak awal tahun. 

Melansir PojokJabar.com, langkah itu dilakukan agar kualitas data semakin baik dan pengelompokan kondisi ekonomi masyarakat dapat lebih akurat pada tahun berikutnya.

Baca Juga  CIMB Niaga Perkuat Literasi Keuangan Pelajar Ambon Lewat Budaya Menabung

Purbaya menyebut anggaran untuk pemutakhiran DTSEN dan Sensus Ekonomi 2026 mencapai Rp7 triliun. 

Anggaran tersebut digelontorkan untuk mendukung pembenahan data yang menjadi salah satu dasar dalam membaca kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. 

Dengan perbaikan tersebut, pemerintah berharap persoalan pengelompokan desil yang dinilai melenceng dapat semakin diminimalkan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *