Arikamedia.id, AMBON – Setiap daerah memiliki potensi budaya, seni, tradisi, kuliner, hingga produk kreatif yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Selain memperkuat identitas daerah, langkah tersebut juga berpotensi menarik investasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan membuka peluang usaha baru.
“Melalui forum APPSI di Ambon, saya berharap gagasan ekonomi oranye dapat menjadi salah satu rekomendasi strategis yang disampaikan kepada pemerintah pusat,” kata Gubernur Kalimantan Timur H.Rudy Mas’ud, usai pembukaan Forum Group Discussion (FGD) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), di Kantor Gubernur Maluku, Rabu, (03/06/26).
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, konsep tersebut diyakini mampu menjadi motor baru pembangunan daerah sekaligus memperkuat perekonomian nasional dari akar budaya dan kreativitas masyarakat Indonesia.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Maluku sebagai tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) APPSI Tahun 2026.
Dikatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Maluku. Ia menandaskan, forum ini memiliki arti penting karena menjadi pelaksanaan FGD APPSI pertama yang digelar di luar Pulau Jawa.










