Arikamedia.id – Program Polisi Mengajar diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun generasi muda yang berkarakter, sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat Maluku dari potensi konflik sejak dini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Dr. Sarlota Singerin mengatakan, rencana teknis kerja sama akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pada 20 April 2026.
“Direncanakan setiap hari Senin setelah upacara bendera, akan dialokasikan waktu sekitar 30 menit bagi kegiatan ‘Polisi Mengajar’ di kelas,” jelasnya.
Selain itu, diungkapkan, kedua pihak juga sepakat mendorong penguatan komitmen bersama melalui penandatanganan pakta integritas yang melibatkan siswa, orang tua, sekolah, pemerintah daerah, dan kepolisian.
Sementara itu menurut Dirbinmas Polda Maluku Kombes Pol Hujrah Soumena, program ini akan melibatkan pejabat utama Polda Maluku untuk turun langsung ke sekolah-sekolah, memberikan materi pembinaan kepada siswa.
“Kami melihat potensi gangguan kamtibmas di Maluku sebagian melibatkan usia pelajar. Karena itu, perlu langkah bersama dengan dunia pendidikan untuk membangun karakter, wawasan kebangsaan, membangun kohesi sosial serta kesadaran hukum sejak dini,” ujar Hujrah.










