LONJAKAN harga bensin telah menjadi masalah politik bagi Trump dan Partai Republik yang akan segera berkampanye untuk mempertahankan mayoritas tipis di Kongres AS dalam pemilihan paruh waktu pada November mendatang.
Trump telah berjanji untuk menurunkan harga energi dan meningkatkan produksi minyak dan gas AS. Namun sejauh ini, sebagian besar masa jabatan keduanya ditandai oleh pasar yang bergejolak, perubahan kebijakan seperti tarif, dan gejolak geopolitik.
Perang AS-Israel terhadap Iran telah mencekik pasokan dari salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di dunia, karena serangan Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz telah mengganggu ekspor dari produsen di Timur Tengah.
Harga bahan bakar eceran telah melonjak seiring dengan kenaikan harga minyak, didorong oleh meningkatnya biaya bahan baku.
Langkah Trump
Pekan lalu, pemerintahan Trump mengumumkan pengecualian sementara selama 60 hari terhadap undang-undang pengiriman Jones Act. Langkah ini akan memungkinkan kapal berbendera asing untuk sementara waktu mengangkut bahan bakar, pupuk, dan barang-barang lainnya antar pelabuhan AS. Para pelaku industri memperkirakan hal ini hanya akan berdampak marginal pada kenaikan harga, dikutip dari Lipuatan6.com.














