BeritaHukum & KriminalInternasionalNasionalUtama

WNA Pemilik Lab Narkoba di Bali Mengaku Eks Tentara Rusia

5
×

WNA Pemilik Lab Narkoba di Bali Mengaku Eks Tentara Rusia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi narkoba - pelitakarawang.com

Dua WNA asal Rusia ditangkap di Bali karena mengoperasikan laboratorium pembuatan narkoba jenis mephedrone

BADAN Narkotika Nasional (BNN) mengungkap latar belakang dua WNA asal Rusia yang mengoperasikan laboratorium pembuatan narkoba jenis mephedrone di wilayah Gianyar, Bali. Kedua tersangka terdiri dari seorang perempuan berinisial NT dan laki-laki berinisial ST, seperti disiarkan Tempo.co

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigadir Jenderal Roy Hardi Siahaan mengatakan, NT pernah menempuh pendidikan ilmu biologi di negara asalnya. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil interogasi terhadap tersangka. 

“Dia pernah mengecap ilmu di fakultas biologi di sana, di Rusia. Dia membidangi, lecture-nya atau mungkin jurusannya atau major-nya adalah biologi,” kata Roy dalam konferensi pers di Bali, Sabtu, 7 Maret 2026, yang juga disiarkan secara daring. 

Baca Juga  Maluku Integrated Port (MIP) : Keterlibatan Pemkab Malteng dan Pemkot Ambon dipertanyakan.

Sementara itu, tersangka ST mengaku sebagai mantan anggota tentara di Rusia. “Satu lagi yang namanya ST, itu menurut pengakuan yang bersangkutan pernah mengecap di tentara di Rusia, intelijen di Rusia,” ujar Roy. 

Kedua tersangka diketahui menggunakan identitas yang berbeda-beda dan kerap berpindah vila. Mereka diketahui masuk ke Indonesia sejak Januari 2026. Roy menyebut, total barang bukti mephedrone secara bruto mencapai 7,3 kg. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *