IRAN – Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan telah mengkonfirmasi bahwa “Ada 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran dan satu serangan di Lebanon.”
Ghebreyesus tidak merinci lebih lanjut atau menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi mengatakan: “Berdasarkan hukum humaniter internasional, layanan dan fasilitas kesehatan harus dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran.”
Beberapa hari yang lalu, foto-foto dan video menunjukkan kerusakan luas di Rumah Sakit Gandhi Teheran, yang menyebabkan pemindahan semua pasien yang dirawat di rumah sakit, melansir BBC.
Sejauh ini, sebanyak 1.332 warga sipil tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel di Iran sejak Sabtu (28/02), menurut Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani. Berbicara kepada wartawan di markas besar PBB di New York, Iravani menambahkan bahwamenurut Bulan Sabit Merah Iran, perempuan dan anak-anak termasuk di antara korban tewas.

“Ribuan lainnya terluka, dan jumlahnya terus bertambah,” ujarnya, seraya menuding bahwa sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil lainnya telah dijadikan sasaran secara sengaja. Pemerintah AS membantah menargetkan infrastruktur sipil, namun tengah menyelidiki serangan mematikan terhadap sebuah sekolah perempuan di Iran. Israel, di sisi lain, menuduh Iran menyerang warga sipilnya.










