Selain itu, tercatat 54 laporan kelistrikan, 11 pengamanan masyarakat, tujuh kerusakan fasilitas umum, enam laporan orang hilang, empat anak terlantar, dan tiga kejadian timbunan.
Layanan ini juga menerima 25 permintaan mobil jenazah selama September 2025 hingga 13 Oktober 2026.
Beragamnya jenis laporan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kedaruratan mencakup berbagai situasi, mulai dari pertolongan medis hingga gangguan keamanan dan kejadian yang berpotensi membahayakan warga.
Dengan total 1.770 laporan dalam kurun waktu tersebut, Call Center 112 menjadi salah satu saluran pelaporan kedaruratan bagi masyarakat Kota Ambon.
Tingginya laporan gangguan keamanan dan ketertiban serta peningkatan kasus kebakaran sepanjang 2026 menjadi catatan penting dalam melihat situasi kedaruratan di Kota Ambon. (AM-18)










