“Dengan akan dibangunnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku dan Maluku Utara, kami berharap jangan sampai terjadi kegiatan ekonomi sudah terbangun namun pasokan listriknya belum tersedia sehingga terjadi delay”, katanya.
Ia menegaskan, setelah lebih dari delapan dekade kemerdekaan, masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) tidak boleh lagi tertinggal dalam hal akses listrik.
“Wilayah 3T adalah benteng kita bersama. Ketika listrik hadir, di situ ada pendidikan yang lebih baik, ekonomi yang bergerak, dan harapan yang tumbuh,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan di wilayah tersebut terus mengalami perbaikan. Meski tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan masih besar, PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan sekaligus memperluas jangkauan layanan.
“Tantangan geografis wilayah kepulauan tetap menjadi perhatian Bagi kami dalam memastikan listrik yang andal dan merata dan ke depan kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam memudahkan kegiatan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan listrik yang andal dan berlanjutan”, ujarnya.










