Dikatakan, dukungan Pertamina diarahkan pada pendampingan pelaku usaha melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan, sedangkan bentuk dukungan perusahaan lainnya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Menurutnya, sebelum menyusun rangkaian kegiatan, tim telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat Negeri Laha, di antaranya mantan anggota DPRD Kota Ambon dari PKS, ketua pemuda, serta Raja Negeri Laha.
“Pertemuan tersebut bertujuan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan rencana kegiatan dengan kebutuhan dan potensi negeri?” ungkapnya.
Kata Desi, dari hasil diskusi, disepakati bahwa kegiatan yang direncanakan pada 31 Oktober itu tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Angkat Budaya dan Tradisi Negeri Laha
Salah satu unsur penting dalam kegiatan tersebut sambungnya, adalah pengenalan budaya lokal melalui Tari Kain Salilele, yang direncanakan menjadi bagian dari penyambutan tamu.
Lebih lanjut dikatakan, tarian ini memiliki unsur nyanyian adat yang menggunakan bahasa Negeri Laha. Pelibatan kesenian tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kembali tradisi lokal, terutama kepada generasi muda yang dinilai mulai kurang mengenal bahasa dan nyanyian adat setempat.










