Salah satu dari mereka, Hossein Hosseini, menerima pelatihan dasar penggunaan senjata api dari seorang anggota Garda Revolusi paramiliter yang mengenakan masker. Hosseini memperagakan gerakan menembak bendera UEA.
Di saluran lain, Mobina Nasiri mengatakan sebuah senjata telah dikirim kepadanya dari sebuah pertemuan di Lapangan Vanak, Teheran. “Dari platform ini, saya menyatakan bahwa saya siap mengorbankan hidup saya untuk negara ini,” katanya. (**)










