Keluarga tambahnya perlu memiliki alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika sumber penghasilan utama mengalami kendala.
Dengan demikian, tanggung jawab ekonomi rumah tangga tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber pendapatan.
Ia berharap program pemberdayaan perempuan di Maluku dapat diarahkan pada kegiatan yang konkret, sesuai dengan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan keterampilan, serta peningkatan akses terhadap kegiatan ekonomi produktif dinilai dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kemandirian perempuan.
Selain aspek ekonomi, ia juga mulai menyoroti pentingnya pendidikan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan.
Pembahasan tersebut berkaitan dengan perkembangan akses pendidikan dan perubahan kondisi masyarakat yang perlu dicermati lebih lanjut. (AM-29).










