Ungkap Wagub, tantangan geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan masih menjadi pekerjaan besar, terutama dalam memperluas akses layanan keuangan digital.
Pemprov Maluku sambungnya, saat ini tengah mempersiapkan Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi usaha, termasuk UMKM di wilayah terpencil. Karena itu, OJK diharapkan dapat terus mempercepat perluasan layanan keuangan digital hingga ke pelosok daerah.
Lebih lanjut Vanath menekankan pentingnya menjaga stabilitas sektor perbankan dan industri jasa keuangan secara berkelanjutan melalui penguatan struktur permodalan dan tata kelola yang baik.
“Kami menantikan sinergi yang kuat antara OJK dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan serta menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di Bumi Raja-Raja ini,” katanya.
Tantangan geografis Maluku yang didominasi wilayah kepulauan menjadikan akses layanan keuangan digital sebagai tantangan sekaligus peluang besar.
Dia menyotori, penguatan struktur permodalan serta penerapan tata kelola yang baik merupakan fondasi yang krusial dalam meningkatkan daya saing lembaga keuangan daerah, sehingga mampu berperan optimal dalam mendorong pertumbuhan dan penguatan ekonomi lokal.










