PEMBANGUNAN Pasar Apung Batumerah atau Waterfront City terus menjadi perhatian publik.
Di tengah polemik yang berkembang, Wakil Ketua Bidang Perkaderan Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Maluku, Bilal Tuhulele, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat proyek tersebut secara objektif dan tidak terjebak dalam kepentingan politis yang berpotensi menghambat pembangunan.
Bilal menegaskan, pembangunan Pasar Apung Batumerah harus dipandang sebagai salah satu upaya strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Ambon.
Menurutnya, proyek tersebut memiliki tujuan penting dalam membuka ruang usaha baru, memperluas kesempatan kerja, serta menciptakan pusat aktivitas ekonomi yang lebih representatif bagi masyarakat.
“Kita tentu mendukung pengawasan yang dilakukan DPRD sebagai bagian dari fungsi konstitusionalnya. Namun, pengawasan juga harus memberikan ruang bagi pembangunan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai polemik yang berkembang justru menghambat upaya pemberdayaan ekonomi rakyat,” ujar Bilal, Senin (02/11/26).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak pengembang telah menyampaikan dokumen perizinan yang dipersyaratkan kepada instansi terkait.










