Koordinasi tersebut mencakup sektor kehutanan, pertanian, pekerjaan umum, dan kesehatan guna memperkuat kesiapsiagaan serta menyusun langkah mitigasi sesuai potensi risiko di masing-masing wilayah.
Kasrul juga mengimbau masyarakat agar aktif memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Langkah ini penting untuk memastikan informasi yang diterima akurat sekaligus mencegah munculnya kekhawatiran akibat informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami berharap masyarakat rajin melihat informasi, tetapi informasi yang betul. BMKG akan terus menyampaikan informasi melalui kanal-kanal resmi yang tersedia,” katanya.
Terkait kabut asap yang saat ini terjadi di Ambon, Kasrul menjelaskan bahwa sumber asap tidak selalu berasal dari Pulau Ambon. Asap dari wilayah lain dapat terbawa angin hingga memengaruhi kondisi udara, jarak pandang, dan aktivitas penerbangan.
Karena itu, Pemprov Maluku akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampak kondisi cuaca dan lingkungan, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.
“Informasi dari BMKG ini akan menjadi acuan kita untuk mengambil langkah-langkah ke depan. Intinya, kita harus siap dan melakukan antisipasi bersama,” pungkasnya.










