Orang tua, misalnya, dapat membiasakan anak menabung Rp5.000 setiap hari atau Rp10.000 setiap minggu. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat menanamkan kesadaran tentang pentingnya mengelola uang secara bijak sejak kecil.
“Yang penting mengajarkan mereka untuk giat menabung, karena itulah yang akan mendukung masa depan mereka di kemudian hari,” ujar Wattimena.
Selain mengapresiasi dukungan OJK dan perbankan, Wattimena menyebut Pemkot Ambon telah meraih juara pertama dalam kompetisi Financial Literacy Award (FLA). Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan bagi pelajar dan masyarakat.
Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Warga
Pemkot Ambon berharap kolaborasi dengan OJK dan sektor perbankan dapat terus ditingkatkan agar program literasi dan inklusi keuangan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.
Penguatan edukasi keuangan dinilai penting untuk membekali generasi muda dengan kemampuan mengelola uang, membangun kebiasaan menabung, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Di sisi lain, penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat.
Melalui kedua agenda tersebut, Pemkot Ambon berupaya memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (AM-18)










