Ia juga mengingatkan bahwa daerah membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi memiliki integritas moral dalam menjalankan amanah.
Pasalnya, kemampuan intelektual harus berjalan seiring dengan nilai-nilai moral.keduanya merupakan landasan penting untuk membentuk pemimpin yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, serta mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Saya yakin, ketika kader memiliki kecerdasan dan integritas moral yang tinggi, akan lahir pemimpin-pemimpin yang kredibel dan akuntabel. Mereka harus mampu membawa daerah ini menuju kesejahteraan dan pembangunan yang lebih baik,” ungkapnya.
Penguatan kaderisasi tersebut juga akan diperluas ke seluruh wilayah Maluku. AMPG merencanakan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di 11 kabupaten/kota dengan melibatkan pengurus PD AMPG di setiap daerah hingga jajaran pengurus tingkat kecamatan.
Upaya ini tidak berhenti pada pembinaan di tingkat kabupaten/kota. AMPG juga akan memperluas pendidikan dan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Ia berharap pendidikan kader yang mulai dilaksanakan pada 2026 dapat memberikan hasil nyata dalam menghadapi Pemilu 2029 dan 2031 dirinya optimistis,melalui proses pembinaan tersebut akan lahir kader-kader muda yang mampu mengambil bagian dalam lembaga legislatif maupun eksekutif. (AM-18)










